Kalapas Rantauprapat Khairul Bahri Siregar Gelar Buka Puasa Bersama Warga Binaan dan Keluarga

Dalam suasana bulan Ramadan yang penuh berkah, Lapas Kelas IIA Rantauprapat melaksanakan kegiatan buka puasa bersama yang melibatkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan keluarga mereka. Kegiatan ini diadakan pada tanggal 13 Maret 2026 dan menjadi momen istimewa untuk memperkuat nilai-nilai kekeluargaan di dalam lingkungan pemasyarakatan. Melalui acara ini, Lapas Rantauprapat menunjukkan komitmennya untuk memberikan pembinaan yang tidak hanya fokus pada aspek hukum, tetapi juga pada aspek sosial dan emosional para warga binaannya.
Tujuan Kegiatan Buka Puasa Bersama
Kegiatan buka puasa ini merupakan yang ketiga kalinya diadakan selama bulan Ramadan tahun ini. Tujuan dari acara ini adalah untuk membangun hubungan yang lebih erat antara warga binaan dan keluarganya, serta meningkatkan interaksi sosial di antara mereka. Dalam konteks ini, Lapas Rantauprapat berupaya untuk menciptakan atmosfer yang mendukung perbaikan diri dan pembinaan yang lebih baik.
Partisipasi dan Kehadiran
Acara buka puasa ini dihadiri oleh berbagai elemen penting, termasuk petugas Lapas, mitra kerja, serta insan pers. Di antara tamu undangan, terdapat praktisi hukum Labuhanbatu, Dr. Basyarul Ulya, S.H., M.H., dan Ketua PWI Labuhanbatu, Erni Manja S.E., M.M. Kehadiran mereka menambah keberagaman perspektif dalam diskusi dan ceramah yang disampaikan selama acara berlangsung.
Pesan Moral dari Ceramah Agama
Ustaz Ahmad Ridho, yang diundang untuk memberikan ceramah, mengambil kesempatan ini untuk menyampaikan pesan-pesan moral yang relevan dengan tema Ramadan. Ia mengajak seluruh warga binaan untuk menjadikan bulan suci ini sebagai momentum untuk memperbaiki diri, menguatkan kesabaran, dan meningkatkan keimanan. Pesan ini diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi bagi mereka dalam menjalani proses pembinaan yang sedang dijalani.
Suasana Kekeluargaan
Suasana buka puasa bersama sangat hangat dan penuh kekeluargaan. Warga binaan, keluarga, serta tamu undangan saling berbagi hidangan berbuka, menciptakan momen kebersamaan yang tak terlupakan. Dalam interaksi ini, Lapas Rantauprapat berharap dapat memperkuat silaturahmi di antara semua pihak yang terlibat, sehingga tercipta lingkungan yang lebih harmonis.
Peluang Berbagi Pengalaman
Kegiatan buka puasa ini juga memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk berbagi cerita dan pengalaman selama mereka menjalani masa hukuman. Mereka dapat bertanya dan meminta nasihat dari para petugas Lapas dan tamu undangan, yang dapat membantu mereka dalam proses refleksi diri. Hal ini penting untuk memberikan mereka dukungan moral dan emosional yang dibutuhkan.
Upaya Peningkatan Kualitas Hidup
Kepala Lapas Rantauprapat, Khairul Bahri Siregar, Amd.Ip, SH, mengungkapkan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas hidup warga binaan. Ia menekankan pentingnya hubungan yang baik antara warga binaan, keluarga, dan petugas pemasyarakatan. Dalam pandangannya, hubungan yang erat ini dapat menjadi pendorong bagi warga binaan untuk menjalani proses pembinaan dengan lebih baik.
Harapan untuk Masa Depan
Dalam pernyataannya, Khairul Bahri Siregar menambahkan, “Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi warga binaan untuk menjalani proses pembinaan dengan lebih baik dan meningkatkan kualitas hidup mereka.” Harapan ini mencerminkan komitmen Lapas Rantauprapat untuk terus berinovasi dalam menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi warga binaan.
Langkah Positif di Bulan Ramadan
Melalui kegiatan buka puasa bersama ini, Lapas Rantauprapat berharap dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan para warga binaan. Kegiatan ini bukan hanya sekadar acara berbuka puasa, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk menciptakan suasana yang lebih mendukung bagi mereka dalam menjalani proses reintegrasi ke masyarakat. Dengan memperkuat hubungan antara warga binaan, keluarga, dan petugas pemasyarakatan, diharapkan akan tercipta sinergi yang bermanfaat bagi semua pihak.
Kesimpulan Sederhana
Kegiatan buka puasa bersama di Lapas Rantauprapat adalah contoh nyata dari upaya untuk menjadikan proses pemasyarakatan lebih manusiawi. Dengan mengedepankan nilai-nilai kekeluargaan dan pembinaan yang holistik, Lapas Rantauprapat menunjukkan bahwa setiap individu, terlepas dari kesalahan masa lalu mereka, memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilanjutkan dan menjadi inspirasi bagi lembaga pemasyarakatan lainnya.
➡️ Baca Juga: Sederet Poin Kritik Aktivis Greenpeace soal Tambang Nikel di Raja Ampat
➡️ Baca Juga: Maruarar Laporkan Progres Hunian IKN ke Prabowo: Senangnya Datang Peresmian, Bukan Groundbreaking
