
Libur Lebaran menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang, termasuk para pengemudi bus Alhijrah. Salah satunya adalah Aulia Rahman, Ir Joni Walker, yang dikenal dengan panggilan akrab Johnie Walker. Pada hari Sabtu, 21 Maret 2026, ia kembali ke kampung halamannya di Sumpur, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, untuk menjalin silaturrahmi dengan sanak saudara. Meskipun cuti yang diberikan oleh perusahaan tidak lama, kesempatan ini dimanfaatkan sebaik mungkin untuk berkumpul dengan keluarga, terutama di tengah kondisi bencana yang melanda daerahnya.
Kesempatan Berharga di Tengah Bencana
Dalam perbincangannya, Johnie mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan cuti yang diberikan oleh PT. Alhijrah. “Alhamdulillah, saya bisa pulang walau hanya sebentar. Ini adalah waktu yang sangat berharga untuk bersilaturrahmi dengan keluarga, terutama mengunjungi rumah nenek yang terkena dampak banjir pada akhir November 2025. Bekas kerusakannya masih terlihat jelas, terutama bangunan yang hancur akibat terjangan galodo,” ujarnya dengan penuh rasa empati.
Pengalaman pulang ke kampung halaman di hari raya Idul Fitri ini menjadi momen spesial bagi Johnie. Meskipun biasanya periode ini menjadi waktu yang sibuk bagi para awak bus, perusahaan memberikan kesempatan bagi seluruh pengemudi untuk merayakan Idul Fitri bersama orang-orang terkasih. Ini adalah bentuk perhatian perusahaan terhadap kesejahteraan karyawan dan keluarganya.
Dampak Bencana dan Cerita Menyentuh
Johnie menceritakan bagaimana galodo yang melanda pada akhir tahun lalu telah mengubah banyak hal di kampungnya. Meskipun tidak ada korban jiwa, kerusakan yang ditinggalkan bencana tersebut sangat mengkhawatirkan. “Sangat sulit membayangkan betapa besarnya galodo saat itu. Kini, meskipun bus kami bisa parkir di sini, banyak keluarga yang masih berjuang untuk membangun kembali hidup mereka,” ungkapnya dengan nada penuh empati.
Pergulangan Jalan Menuju Kampung
Mencapai nagari Sumpur bukanlah hal yang mudah. Bus Alhijrah harus dikawal menggunakan sepeda motor untuk memastikan perjalanan berjalan lancar. Jalanan yang sempit dan berliku menambah tantangan tersendiri bagi para pengemudi. Namun, semangat dan kerinduan akan kampung halaman menjadi motivasi tersendiri bagi Johnie untuk melewati jalanan tersebut. “Kami melewati jalan yang berliku di bawah naungan pohon sao yang tumbuh subur di Sumpur. Ini adalah bagian dari keindahan kampung yang selalu dirindukan,” katanya dengan penuh rasa bangga.
Persiapan Kembali Beroperasi
Menjelang keberangkatannya kembali, Johnie menjelaskan bahwa mereka harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. “Besok, ketika kami akan berangkat kembali, kami akan dikawal lagi untuk memastikan perjalanan ke jalan lintas Solok – Padang Panjang berjalan lancar. Kami sengaja memilih untuk berangkat malam hari agar tidak mengganggu arus lalu lintas,” tambahnya. Dengan disiplin dan semangat yang tinggi, Johnie dan rekan-rekannya siap kembali bertugas pada 23 Maret 2026 mendatang.
Perayaan Idul Fitri di Lingkungan Alhijrah
Tidak hanya Johnie Walker yang merayakan Idul Fitri di nagari Sumpur, namun juga rekan-rekannya di unit Alhijrah lainnya. Salah satu di antaranya adalah yang akrab disapa Mr. Lucky, yang dipimpin oleh kapten Datuak Abrar. Armada mewah bermesin Volvo ini juga menikmati waktu libur dengan memarkir kendaraan di Tanjung Barulak, Kecamatan Batipuh, yang masih berada di jalur lintas Solok – Padang Panjang. Suasana kekeluargaan dan kebersamaan menjadi tema utama dalam perayaan kali ini, di tengah tantangan yang dihadapi akibat bencana yang melanda daerah tersebut.
- Libur Lebaran menjadi momen penting bagi pengemudi bus Alhijrah.
- Johnie Walker kembali ke kampung halaman untuk menjalin silaturrahmi.
- Perusahaan memberikan kesempatan bagi karyawan untuk merayakan Idul Fitri.
- Galodo telah merusak banyak bangunan di kampungnya.
- Pergulangan jalan ke Sumpur memerlukan pengawalan khusus untuk keselamatan.
Dalam menjalankan tugasnya, pengemudi bus Alhijrah seperti Johnie Walker tidak hanya bertanggung jawab untuk mengantar penumpang, tetapi juga menjadi bagian dari komunitas yang saling mendukung, terutama di saat-saat sulit. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun pekerjaan mereka berhubungan dengan transportasi, mereka juga memiliki kedalaman emosional dan sosial yang mempengaruhi cara mereka menjalani profesi ini.
Dengan pengalaman dan dedikasi yang dimiliki, pengemudi bus Alhijrah tidak hanya menjadi pengemudi yang handal, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang terus berjuang dan beradaptasi dengan berbagai tantangan. Libur Lebaran ini bukan hanya sekadar waktu untuk beristirahat, tetapi juga kesempatan untuk memberikan dukungan dan semangat kepada keluarga dan komunitas, terutama setelah bencana yang melanda.
➡️ Baca Juga: RSUP Kandou Selenggarakan Edukasi Kesehatan Mata dalam Peringatan World Glaucoma Week 2026
➡️ Baca Juga: 10 Latihan Core dan Back Muscles untuk Postur Tulang Belakang Sehat




