Gen-Z Ini Deklarasikan Negara Baru dan Mengklaim Diri sebagai Presiden

Bayangkan seorang remaja yang mendeklarasikan negara baru dan mengklaim dirinya sebagai pemimpin. Tidak biasa, bukan? Tapi itulah yang dilakukan oleh seorang Gen-Z bernama Daniel Jackson. Dengan semangat yang tinggi dan keberanian yang luar biasa, Daniel berhasil mendeklarasikan negara baru yang diberinya nama Free Republic of Verdis. Inilah kisah menakjubkan tentang bagaimana seorang Gen-Z berani menantang norma dan memilih jalannya sendiri.
Perkenalan dengan Daniel Jackson
Daniel Jackson bukanlah seorang pemuda biasa. Dia adalah seorang Gen-Z yang berani dan inovatif, yang memilih untuk berjalan di jalan yang belum pernah dilalui sebelumnya. Dia adalah orang yang berani deklarasikan negara baru dan mengklaim dirinya sebagai presiden. Nama negara yang dia deklarasikan adalah Free Republic of Verdis.
Verdis adalah sebuah wilayah kecil yang terletak di antara perbatasan Serbia dan Kroasia. Wilayah ini memiliki luas sekitar 124 acre atau sekitar 0,5 kilometer persegi, sedikit lebih besar dari Kota Vatikan yang merupakan negara terkecil di dunia.
Ide untuk Mendirikan Negara Baru
Pemikiran untuk mendirikan negara ini muncul ketika Jackson masih berusia 14 tahun. Saat itu, dia dan beberapa temannya mencoba untuk mencari wilayah geografis untuk di peta internet. Mereka menemukan area yang tampaknya tidak diklaim oleh negara manapun dan memutuskan untuk mendeklarasikannya sebagai negara baru.
Nama Verdis sendiri diambil dari kata Latin Viridis yang berarti hijau, mencerminkan fokus negara tersebut pada perlindungan lingkungan. Pada 2019, Jackson secara resmi mendeklarasikan berdirinya Free Republic of Verdis dan dipilih sebagai presiden oleh para pendukungnya.
Pembentukan Simbol Negara dan Struktur Pemerintahan
Setelah mendeklarasikan berdirinya negara baru, kelompok ini mulai membangun berbagai simbol kenegaraan. Mulai dari bendera, lambang negara, konstitusi, hingga struktur pemerintahan yang terdiri dari menteri luar negeri, dalam negeri, pertahanan, dan infrastruktur.
Mereka bahkan membuka kantor perwakilan di Inggris dan Serbia yang dijalankan oleh para relawan. Namun, perjuangan mereka untuk mendirikan negara baru ini tidak berjalan mulus.
Hambatan dan Tantangan
Pada Oktober 2023, Jackson dan sejumlah pendukungnya mencoba untuk mendirikan kamp pada wilayah tersebut dan mengibarkan bendera Verdis. Namun, upaya ini hanya bertahan satu hari karena polisi Kroasia datang ke lokasi, membongkar kamp mereka, dan menahan kelompok tersebut selama sekitar 12 jam sebelum akhirnya dideportasi.
Beberapa anggota bahkan dilarang untuk masuk wilayah Kroasia selama tiga bulan. Sementara Jackson dan wakil presidennya mendapatkan larangan masuk seumur hidup karena dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan negara.
Tanggapan Pemerintah Kroasia
Pemerintah Kroasia sendiri menolak klaim bahwa wilayah tersebut merupakan terra nullius atau wilayah yang tidak diklaim oleh negara mana pun. Mereka berpendapat bahwa proyek Verdis merupakan tindakan provokatif yang tidak memiliki dasar hukum.
Menurut otoritas Kroasia, sengketa perbatasan ini tidak otomatis menjadikan wilayah tersebut tidak dimiliki oleh negara mana pun dan terbuka untuk diklaim pihak ketiga.
Kini, Semua Aktivitas Pemerintahan Verdis Diatur dari Inggris
Saat ini, semua aktivitas pemerintah Verdis dijalankan oleh Jackson dari Inggris. Dia mengelola komunitas dan juga pemerintahan negara yang sebagian besarnya masih beroperasi secara online. Meski menghadapi hambatan besar, Jackson tidak berniat menyerah.
Dia berpegang teguh pada keyakinannya bahwa suatu hari nanti, Verdis dapat berdiri sebagai sebuah negara merdeka. Kisah ini membuktikan bahwa keteguhan hati dan keberanian untuk mengejar impian bisa membawa seseorang ke tempat yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya.
➡️ Baca Juga: Cara Atur Jenis Suara Notifikasi Aplikasi Merchant BCA, Lebih Mudah Pantau Transaksi QRIS
➡️ Baca Juga: Penghapusan Kuota Impor Jangan Rusak Pasar Lokal