16 Desa di Sulut Masih Tanpa Jaringan Internet, Legislator Angelia Wenas Minta Perhatian Pemprov

Masalah akses internet di daerah pedesaan di Sulawesi Utara (Sulut) masih menjadi perhatian serius. Dalam rapat Panitia Khusus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Sulut yang digelar pada tanggal 13 April 2026, Angelia Regina Wenas, seorang legislator dari Partai Demokrat yang mewakili daerah pemilihan Bolaang Mongondow Raya (BMR), mengungkapkan pentingnya perhatian terhadap 16 desa di Sulut yang belum memiliki akses internet. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun kita hidup di era digital, masih ada daerah yang tertinggal dalam hal konektivitas.
Desa di Sulut Tanpa Jaringan Internet: Fakta dan Angka
Dalam rapat tersebut, Wenas mengajukan pertanyaan kritis mengenai pembangunan infrastruktur jaringan, khususnya terkait dengan pemasangan tower komunikasi. Ia menekankan pentingnya keberadaan provider yang dapat menjangkau desa-desa terpencil, serta kemungkinan implementasi teknologi seperti Starlink untuk meningkatkan akses internet di wilayah yang kurang terlayani.
Wenas menjelaskan, “Saat ini kita berada di era modern, di mana diskusi mengenai digitalisasi dan perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan semakin marak. Ini harus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, termasuk di desa-desa.” Ia menyoroti bahwa pemerintah pusat, melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika, memiliki target ambisius untuk memastikan semua desa di Indonesia dapat terhubung dengan jaringan internet pada tahun 2026.
Data Terkini Mengenai Desa di Sulut Tanpa Jaringan Internet
Menurut informasi yang disampaikan oleh Wenas, ada 16 desa di Sulut yang hingga saat ini belum terhubung dengan jaringan internet. Di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), terdapat tiga desa yang masih tanpa akses internet, yaitu:
- Desa Jiko Blanga
- Desa Bukaka
- Desa Kokapoi
Selain itu, Wenas juga menyebutkan adanya desa-desa lain di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) yang mengalami masalah serupa, serta kemungkinan adanya desa lain di kabupaten-kabupaten lainnya yang juga belum terjangkau.
Pentingnya Akses Internet bagi Generasi Muda
Angelia Wenas menegaskan bahwa akses internet sangat penting, terutama bagi generasi muda. “Sebagai generasi yang tumbuh di era digital, kami memerlukan internet untuk mengakses informasi yang penting,” ujarnya. Ia mencatat bahwa dengan perkembangan teknologi yang cepat, akses terhadap internet dan media sosial menjadi sangat krusial untuk meningkatkan kualitas hidup dan pendidikan di desa-desa.
Wenas juga menekankan bahwa masalah ini seharusnya menjadi perhatian utama bagi Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sulut dalam mewujudkan target pemerintah pusat. “Saya menghargai upaya yang telah dilakukan, di mana koneksi internet di Sulut terus meningkat setiap tahunnya,” tambahnya.
Perbaikan Infrastruktur Jaringan Internet
Dalam konteks perbaikan infrastruktur, Wenas mengungkapkan harapannya agar Dinas Kominfo dapat mengawal proyek perbaikan kabel bawah laut yang menghubungkan Pulau Sangihe dan Sitaro. Proyek ini dijadwalkan berlangsung dari 16 hingga 24 April, dan Wenas meminta agar Dinas Kominfo dapat memastikan bahwa proses tersebut berjalan tepat waktu, untuk mencegah terjadinya gangguan jaringan yang lebih luas.
Respons dari Dinas Komunikasi dan Informatika
Menanggapi pernyataan Wenas, Zainudin Hilimi, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sulut, menjelaskan bahwa mereka sudah melakukan komunikasi aktif dengan pihak Balai Monitor Komunikasi Digital. “Kami sedang berusaha untuk memfasilitasi penyediaan internet di desa-desa yang membutuhkan. Kami berharap dalam waktu dekat, kebutuhan akses internet di desa-desa tersebut dapat terpenuhi,” ujarnya.
Terlepas dari tantangan yang ada, Zainudin menekankan bahwa beberapa wilayah di kota telah mulai menggunakan teknologi Starlink sebagai solusi untuk akses internet. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan, ada juga upaya nyata untuk mengatasi masalah ini dengan teknologi yang ada.
Kesimpulan dan Harapan ke Depan
Dengan adanya dukungan dari pemerintah dan upaya kolaboratif antara berbagai pihak, diharapkan akses internet di desa-desa di Sulut dapat segera terwujud. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat tetapi juga mendorong perkembangan ekonomi dan pendidikan di daerah-daerah tersebut. Akses internet yang merata akan membantu mengurangi kesenjangan digital dan memastikan bahwa setiap warga negara, tanpa terkecuali, dapat menikmati manfaat dari kemajuan teknologi.
Menjadi tugas kita semua untuk terus mendorong dan mengawasi upaya ini, agar setiap desa di Sulut, dan di seluruh Indonesia, dapat menikmati akses internet yang layak di era digital ini.
➡️ Baca Juga: Performa Pemain Indonesia di Balap Moto Dua: Berita Terbaru dan Analisis Terkini
➡️ Baca Juga: Panduan Diet Sehat 2025: Metode Efektif Menurunkan Berat Badan Secara Nyaman




