Semarak HUT ke-65 Pramuka di Batam: Mengibarkan Semangat dan Harmoni Gerak Siswi SMPN 56 Batam
FOTO: HUMAS DISKOMINFO BATAM / mediacenter.batam.go.id/DHEO ANANDA PUTRA
Dataran Alun-alun Engku Putri, Batam Center, tampak berbeda dan jauh lebih berwarna pada Selasa (18/8) pagi. Lapangan yang menjadi jantung kegiatan Kota Batam itu mendadak menjelma menjadi lautan seragam cokelat. Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Pramuka Tingkat Kota Batam berlangsung khidmat sekaligus penuh gelora kebersamaan.
Di antara ribuan anggota Pramuka yang hadir, deretan siswa dan siswi dari SMP Negeri 56 Batam mencuri perhatian. Mengenakan seragam Pramuka lengkap dengan atributnya, sebanyak 22 pasang murid—terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 11 siswi perempuan—tampil penuh percaya diri memeriahkan jalannya upacara hingga pergelaran tarian kolosal.
Perpaduan Tradisi dan Semarak Semaphore
Momen yang paling dinantikan hari itu adalah ketika sekitar 1.000 pelajar jenjang SMP se-Kota Batam berkumpul di tengah lapangan untuk membawakan Tari Selayang Pandang. Berbeda dari pertunjukan tari pada umumnya, para penari memperagakan gerakan tarian khas Melayu tersebut sembari memegang dan mengibarkan bendera semaphore.
Gerakan tangan yang memadukan keanggunan seni tari Selayang Pandang dengan ketegasan isyarat semaphore melahirkan pemandangan visual yang memukau. Kibasan warna merah-kuning bendera semaphore yang bergerak serempak mengiringi irama musik menciptakan simfoni visual di bawah langit Batam Center.
Partisipasi massal ini bukan sekadar pertunjukan seni biasa, tetapi juga diusung untuk memecahkan rekor dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai bentuk apresiasi atas kekompakan dan kreativitas generasi muda Batam.
Perjuangan dan Kerja Keras di Balik Layar
Keindahan gerak yang disuguhkan 22 pasang perwakilan SMPN 56 Batam di Dataran Engku Putri bukanlah hasil yang didapat secara instan. Ada proses panjang, kedisiplinan, dan ketekunan yang membungkus perjalanan mereka menuju puncak acara.
Sejak beberapa minggu sebelumnya, para siswa digembleng dalam latihan intensif. Latihan bersama tingkat Kecamatan Sekupang bahkan sempat digelar di lapangan SMPN 20 Batam pada 11 Agustus. Tak berhenti di situ, gladi bersih (GR) skala besar yang melibatkan seribu murid dari berbagai sekolah turut dijalani di Alun-alun Engku Putri pada 13 Agustus.
Di balik ketahanan fisik dan kekompakan para murid SMPN 56 Batam, ada peran serta dedikasi para pendamping yang setia mengawal setiap tahapan latihan. Yariawati, S.Th dan Yeti Febriyeni, S.Pd hadir sebagai guru pendamping yang terus memberikan dorongan semangat, sementara Erni Elviliyanti, S.Pd bertindak sebagai pelatih yang mengarahkan kerapian serta ketepatan teknik gerakan para siswa.
"Latihan ini mengajarkan anak-anak tentang arti kebersamaan, kedisiplinan, dan kerja keras. Tampil di depan ribuan mata dan pejabat kota tentu menjadi pengalaman berharga yang tidak akan mereka lupakan," ungkap Nurhayati, Kepala SMPN 56 Batam.
Menyongsong Generasi Unggul dan Berdaya Saing
Upacara puncak HUT ke-65 Pramuka ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, selaku pembina upacara, serta dihadiri jajaran Forkopimda dan pengurus Kwartir Cabang Pramuka Kota Batam. Menyelaraskan dengan tema nasional tentang kemandirian dan pembangunan karakter, keterlibatan aktif para pelajar dalam kegiatan kepramukaan menjadi fondasi penting bagi pembentukan mental generasi muda.
Peringatan Hari ke-65 Pramuka Tahun 2026 ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang seremonial tahunan, tetapi juga semakin memperkuat eksistensi Gerakan Pramuka sebagai wadah pembinaan generasi muda. Melalui kedisiplinan dan nilai-nilai Tri Satya serta Dasa Darma yang ditanamkan, para siswa—termasuk murid-murid SMPN 56 Batam—diharapkan tumbuh menjadi bagian penting dalam membangun Kota Batam sebagai Bandar Dunia Madani yang modern, sejahtera, maju, berkarakter, serta berdaya saing tinggi menuju Indonesia Emas.
Bagi siswa dan siswi SMPN 56 Batam, kepakan bendera semaphore dan derap langkah kaki di Alun-alun Engku Putri hari itu adalah bukti nyata kontribusi kecil mereka untuk sebuah karya besar Kota Batam. (nhi/amy)
0 Komentar
Bergabunglah dalam diskusiTinggalkan Komentar